Teori Komunikasi vs Model Komunikasi

Dalam studi ilmu komunikasi, masih ditemui adanya kerancuan antara perbedaan teori komunikasi dengan model komunikasi. Tidaklah mengherankan ketika sebuah teori komunikasi disebut sebagai model komunikasi dan begitupun sebaliknya. Sebuah model komunikasi disebut sebuah teori komunikasi. Hal tersebut lumrah, karena hingga saat ini penjelasan dan batasan tentang kedua hal tersebut, yakni teori komunikasi dan model komunikasi adalah sesuatu yang masih dapat diperdebatkan.
Didasarkan atas uraian teori dalam ilmu komunikasi menurut Berger dan Chaffee dalam bukunya Hanbook of Communication Science, dapat disimpulkan bahwa teori komunikasi adalah konseptualisasi atau penjelasan logis tentang fenomena peristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia. Peristiwa komunikasi yang dimaksud disini adalah semua elemen yang ada dalam sebuah komunikasi, yaitu mulai dari produksi, proses, pengaruh dari sistem dan tanda serta lambang-lambang atau simbol. Dapat dikatakan bahwa penjelasan dalam sebuah teori komunikasi, tidak hanya menyangkut penyebutan nama dan pendefinisian variabel-variabel, tetapi juga mengidentifikasikan keberaturan hubungan diantara variabel.
Menurut Little John dalam pengertian luas model menunjuk pada representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan/ide. Model ini dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematikal. Biasanya model dipandang sebagai analogi dari beberapa fenomena. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya.
Dari pengertian teori komunikasi dan model komunikasi diatas. Pada dasarnya antara model dengan teori memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Melalui model komunikasi kita bisa melihat faktor-faktor yang terlibat dalam proses komunikasi karena memang model komunikasi adalah representasi dari suatu peristiwa komunikasi. Namun, dalam sebuah model komunikasi tidak ditemui adanya penjelasan mengenai hubungan dan interaksi antara faktor-faktor atau unsur-unsur yang menjadi bagian dari model itu sendiri. Hilangnya penjelasan inilah yang diisi peranannya oleh teori komunikasi karena memang sifat dan tujuan dari teori komunikasi adalah untuk menemukan fakta yang tersembunyi, melihat fakta yang ada, mengorganisasikannya serta mempresentasikan fakta-fakta tersebut. Sebuah teori komunikasi dikatakan kredibel apabila teori tersebut konseptualisasinya dan penjelasannya didukung oleh fakta serta dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

About these ads

Posted on 25/09/2012, in Communication Science and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: