Suara Hati
Jam di dinding kamar menunjukkan jam setengah tiga malam tapi mata ini tak bisa kupejamkan, walau itu hanya untuk sekejap saja……
Senyummu, tatapanmu, suaramu dan bahasa tubuhmu terus menghiasi angan dan pikiranku. Jadi bagaimana mungkin mata ini bisa kupejamkan.
Bayanganmu membuatku resah… aku resah dan gelisah tak tahu kenapa… mungkin takut kamu tak jadi milikku, atau mungkin aku takut kamu akan mengabaikanku…takut kamu tak punya rasa yang sama denganku…
Sungguh aku bingung dengan perasaanku sendiri……… apa yang terjadi padaku ? rasa ini menyiksa batinku. fikiran dan tenagaku sudah terkuras habis untuk itu.
Sesak rasanya dada ini. Beginikah rasanya cinta sejati itu ?
Kenapa rasanya begitu menyakitkan ? Kapankah rasa sakit ini akan berhenti ? Seandainya saja aku bisa tahu apa yang kamu rasakan…
Seandainya saja aku punya keberanian untuk mengungkapkannya……
Posted on 25/11/2010, in Rows of Letters and tagged angan, bahasa, batin, bayangan, cinta, gelisah, rasa, resah, sejati, sekejap, suara, tubuh. Bookmark the permalink. 2 Comments.



























good
thank’s