kenangan
sungguh berat
hingga……..
tak kuasa aku menahannya
ketika air mata jatuh bergelimang
takkala kutatap wajah itu
memberikan senyuman manisnya
sembari menutup mata
terlelap dengan tenang
tanpa pernah terjaga lagi
untuk selamanya
Posted on 01/05/2010, in Poetry and tagged air, berat, manis, mata, senyuman, tenang, wajah. Bookmark the permalink. 1 Comment.



























namun aku harus bs ikt tersenyum meski hati ini menangis tersedu
melanjutkan cinta dan cita2ny
menebarkan senyum dan kebahagiaan yg tlh dia tinggalkan
selamat tinggal
semoga suatu hari nanti Allah mempertemukan kita