Hidup di masa kini

Bahkan orang-orang yang paling sadar batin sesekali terjebak di dalam rawa kembar penyesalan dan kecemasan.
Secara rasional, kita tahu bahwa kita tidak bisa mengubah masa lalu atau memprediksi masa depan, tetapi itu sering kali tidak cukup untuk menenangkan benak kita yang merusak diri.
Kita mondar-mandir dan meremas kedua tangan kita, takut pada paduan suara setan “bagaimana jika” “andai saja” dan “sebaiknya-bisa-seharusnya.” Siksaan yang tidak perlu ini tidak bisa memberikan manfaat baik bagi kita, dan jika kita tidak belajar cara mengatasinya, maka siksaan itu bisa benar-benar menyakiti kita.
Yang perlu kita hadapi adalah hari yang diberkati ini. Dan hari ini terlalu berharga untuk disia-siakan dengan mengeluh.
Berdamailah dengan masa lalu, maafkan, dan tinggalkan. Serahkan masa depan ditangan Tuhan yang maha mampu. Dan lakukan apapun yang wajib anda lakukan, dengan penuh tujuan dan sukacita.
Mulailah hari ini dengan pandangan yang sudah dicerahkan ini. Kata-kata dari Mazmur 118 ini akan menjadi doa bangun pagi yang sangat bagus :
Inilah hari yang ditentukan Tuhan,
Mari kita rayakan dengan gembira..
Engkau Allahku, aku bersyukur kepadaMu.
Allahku, aku mengagumi Engkau.
Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, kasih-Nya kekal abadi
(Mazmur 118:24, 28-29)

Referensi : sebuah buku yang berjudul  “Menemukan Kedamaian Pikiran”

Posted on 01/02/2010, in Reflections and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s