Sebuah Perjalanan

Berbicara tentang perjalanan spiritual akan membutuhkan waktu yang lama untuk membahasnya apalagi ketika kita ditanya tentang pengalaman dari tiap-tiap fase perjalanan spiritual tersebut. Perjalanan spiritual bukanlah sebuah pelajaran teori belaka, tetapi lebih dari perjalanan spiritual adalah sebuah proses praktikal layaknya belajar sebuah alat musik yang harus dimainkan agar alat musik ini menghasilkan alunan melodi yang indah nan merdu.
Ketika kita semua terlahir di dunia ini pada saat itulah sebenarnya perjalanan spiritual itu sudah dimulai, walaupun kita belum sepenuhnya sadar dan mengerti akan hal itu. Mengapa demikian, karena ketika kita dilahirkan di dunia ini sebenarnya kita sudah memiliki keyakinan kepada Tuhan. Meskipun keyakinan itu does’nt has a name or shape bahkan mungkin kita tidak mengerti bahwa hal tersebut sebagai Tuhan, tetapi pada kenyataannya memang itulah adanya.
Perjalanan spiritual dalam menemukan sebuah keyakinan bukanlah perjalanan yang singkat yang hanya membutuhkan waktu satu atau dua hari saja. Akan tetapi sebuah perjalanan yang panjang dan penuh liku. Dalam perjalanan tersebut terpampang dihadapan kita banyak jalan yang sebenarnya mempunyai satu tujuan yang sama akan tetapi jalan-jalan tersebut terlihat berbeda antara satu sama lain. Yang terpenting disini adalah bagaimana cara kita memilih jalan yang sesuai dengan bimbingan dan suara hati nurani kita. Bukannya malah sibuk mengomentari jalan yang diambil oleh orang lain.
Ketika kita sudah lumayan jauh melakukan perjalanan tersebut mungkin kita berpikir bahwa kita telah tersesat atau juga kita merasa letih untuk meneruskan perjalanan tersebut. Kita merasa bahwa semangat yang menyala-nyala ketika diawal perjalanan sekarang sudah mulai meredup. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pastikan kita untuk terus melangkah meskipun dengan langkah gontai sekalipun. Bahkan ketika kita merasa mendapati diri kita berada di jalan yang tidak seharusnya dan kita merasa harus merubah jalan yang diambil, tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Yang terpenting adalah kita tetap melakukan dan menerus perjalanan tersebut.
Tujuan dari perjalanan yang panjang nan melelahkan tersebut adalah mencari sebuah ujung jalan yang terang benderang layaknya terangnya sinar matahari disiang hari dimana disitulah muara dari perjalanan yang panjang nan melelahkan tersebut.

Ditulis berdasarkan diskusi dengan seorang teman

Posted on 28/01/2010, in Reflections and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s