Mengapa Kita Harus Bangkit Dari Patah Hati…?

Apakah di antara anda, ada yang pernah mengalami apa yang dinamakan patah hati ?. Sungguh berat memang, seakan dunia ini terasa kiamat, langit-langit runtuh, hidup ini terasa hampa, kosong dan gamang. Bisa di ibaratkan hati ini retak dan hancur menjadi serpihan butir-butir pasir yang di sapu oleh gelombang pantai.
Meskipun gambaran diatas tidak sepenuhnya bisa dengan tepat menggambarkan keadaan atau kondisi ketika seseorang sedang mengalami patah hati yang istilah kerennya broken heart. Kehilangan seseorang yang kita sayangi bisa diibaratkan seperti kehilangan tempat dimana kita bisa bernaung, berbagi dan saling berbagi kasih.
Tidak seorangpun di dunia ini ingin mengalami rasanya patah hati, karena memang sangat menyakitkan. Bahkan ada sebuah potongan syair lagu yang menggambarkan betapa sakitnya ketika kita mengalami patah hati kalau tidak salah bunyi syairnya adalah “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati”
Dalam kondisi patah hati, ada beberapa fase yang harus dilalui seseorang yang sedang patah hati untuk dapat kembali atau pulih ke kehidupan normalnya. Fase-fase pastinya mesti akan dihadapi oleh setiap orang yang lagi patah hati :
Fase pertama, adalah fase dimana kita cenderung memakai emosi dan mengesampingkan rasio. Perasaan marah, tidak terima, benci, dan sebagainya, yang kesemuanya itu bercampur aduk menjadi satu.
Fase kedua, adalah fase yang bisa dikatakan juga fase “oh gini ya…..” dimana pada fase ini seseorang baru merasakan oh gini ya rasanya patah hati. Pada fase inilah kedewasaan kita diuji, apakah kita bisa melaluinya atau tidak. Fase ini yang sangat menentukan apakah kita terus terbenam dengan memori masa lampau atau melakukan sebuah perubahan walaupun memang sulit dan berat.
Fase ketiga, adalah fase dimana kita dengan sadar bisa menerima kenyataan pahit tersebut dan back to normal life.
Lalu, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “seberapa lamakah kita harus merasakan patah hati ?” Apakah kita akan membiarkan diri kita terombang-ambing oleh ganasnya gelombang ketidakpastian yang akhirnya akan membuat kita terbenam dalam samudera keterpurukan.
Dunia ini masih indah untuk kita nikmati, masih banyak impian di masa depan yang harus kita capai, and this is more important daripada hanya meratap dan menyesali diri.
“hari ini sangatlah menyedihkan dan kalaupun besok aku menangis, suatu waktu akan tiba saatnya aku dapat tertawa dan mengenang waktu yang telah kita lalui bersama” (seasons ~ hamasaki ayumi)

Posted on 19/12/2009, in Love and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. cuman atu kata “sippp”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s