Ghotic

Mendengar kata “Gothic” kebanyakan orang akan mendeskripsikannya sebagai sebuah genre musik dengan intonasi nada-nada seperti perpaduan musik klasik dan musik rock. Serta lirik-lirik yang mengggambarkan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan, kebencian, atau pemberontakan dan perlawanan yang tidak tercapai dan terhenti ditengah jalan. Selain itu itu pula “Gothic” dipersepsikan sebuah fashion style dari para panganut atau pecinta Gothic itu sendiri. Dimana umumnya cara berpakaian mereka selalu mengenakan baju berwarna hitam, serta make up mereka yang menonjol yaitu eye shadownya atau yang lebih dikenal dengan nama smokey eye.
Gothic sebenarnya bukan hanya tentang sebuah genre musik, fashion style, aliran seni, sastra, puisi serta arsitektur bangunan. Segala hal tentang Gothic sejatinya adalah sesuatu hal yang lahir dari sebuah suku bangsa yang kebanyakan orang tidak mengetahui. Gothic mempunyai sejarah panjang.
Read the rest of this entry

Sistem Politik

Sistem politik bisa dikatakan sebagai sebuah hal yang berfungsi untuk mempertahankan hukum dan ketertiban dalam suatu negara. Sistem politik ini pula digunakan untuk mengatur hubungan-hubungan eksternal di antara dan di kalangan masyarakat. Sistem politik membangun cara-cara kontrol sosial dan aturan-aturan yang dirancang untuk membatasi perilaku-perilaku individu dalam batas-batas tertentu dan untuk membuat dan menjalankan keputusan untuk kepentingan seluruh masyarakat atau segmen-segmen tertentu dalam masyarakat.
Read the rest of this entry

Tentang Kamu dan Kita

Sebuah cerita tentang kamu dan kita
Tersemat janji setia dalam lafal khusyu’
Ku pahamkan dalam hati agar selaras dalam rasa
Membina indah mahligai dalam ruang hati
Mewujud dalam cinta sejati yang tak tertawar lagi
Kedamaiannya memahkotai kepingan hati
Menghentak dawai rasa dalam petikan romansa
Bentang tabir rasa berpacu dengan rindu
Berjuta kata mengharu biru berkabut sendu
Haru penuh cahaya kasih meluap dengan rasa syukur
Melantukan kidung suci dalam getar dawai sanubari
Melebur menjadi satu dan mencipta dalam kalbu

Bahtera Cinta

Cinta
Datang mewangi dalam sebuah nama
Mengakar menembus kalbu
Dan itu adalah namamu

Kau dan aku melebur menjadi satu
Menderu menjadi jiwa baru
Lengkapi bahtera cinta
Atas ridho sang maha cinta

Rasa

Sembah sujudku di atas sajadah
Terucap kalimat di setiap detak jantung
Mengalir dalam dampar mengoyak langit
Membumbung dalam iringan riuh rendah gaung membahana

Aku bertanya dalam diamku
Sudahkah rindu dan cinta membelenggu di sana
Tanya itu terus mengalir
Menyelinap membelenggu raga nan fana

Kamu

Detik demi detik telah terlewati
Semakin dalam pijakan yang telah dijalani
Tak terasa semua semakin menjadi
Mengilhami denyut nadi yang terpatri

Genggamlah tangan ini
Lalui hari sepi nan sunyi
Menjalani kerasnya dunia ini
Karena dirimu sangatlah berarti

Bersamamu Mu

Bertahan ku disini
Ungkap semua rasa
Demi keyakinan ini
Tentang takdir cinta

Ku yakinkan diri
Rasa ini tak akan pernah mati
Membalut hangat seluruh nafasku
Menua bersama dalam pelukmu

Kecerdasan Emosional

Emosi secara harfiah didefinisikan dalam Oxford English Dictionary sebagai sebuah kegiatan atau pengelolaan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat, meluap-luap. Oleh karena nya emosi umumnya diikuti dengan pikiran, psikis, dan juga hasrat untuk melakukan sesuatu.
Teori tentang kecerdasan emosi dikembangkan pertama kali pada tahun 1970-an dan 80-an dengan karya dan tulisan-tulisan dari psikolog Howard Gardner (Harvard), Peter Salovey (Yale) dan John ‘Jack’ Mayer (New Hampshire). dan menjadi terkenal saat Daniel Goleman, psikolog dari Harvard University, menulis buku Emotional Intelligence tahun 1995.
Istilah kecerdasan emosi pertama kali berasal dari konsep kecerdasan sosial yang dikemukakan oleh Thordike pada tahun 1920 dengan membagi 3 bidang kecerdasan yaitu kecerdasan abstrak (seperti kemampuan memahami dan memanipulasi simbol verbal dan matematika), kecerdasan konkret seperti kemampuan memahami dan memanipulasi objek, dan kecerdasan sosial seperti kemampuan berhubungan dengan orang lain.
Read the rest of this entry

Ampas Tebu

Ampas tebu atau bagasse adalah hasil samping dari proses ekstraksi tanaman tebu. Berdasarkan analisis kimia, ampas tebu memiliki komposisi kimia yaitu, abu 3,28 %, lignin 22,09 %, selulosa 37,65 %, sari 1,81 %, pentosan 27,97 % dan SiO2 3,01 %. Ampas tebu ini dihasilkan sebanyak 32 % dari berat tebu giling.
Pada umumnya, pabrik gula di Indonesia memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar bagi pabrik yang bersangkutan, setelah ampas tebu tersebut mengalami proses pengeringan.
Read the rest of this entry

Klasifikasi Tanaman Tebu

Tebu atau sugar cane dalam bahasa inggris adalah tanaman yang memiliki klasifikasi sebagai berikut :

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu /monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Graminae atau Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum Linn